Jenis Masker untuk Mencegah Penyebaran Virus Covid-19, Cara Membuat Masker Kain untuk Lansia

Pemerintah Indonesia mengimbau semua orang yang terpaksa meninggalkan rumah untuk mengenakan masker terkait penyebaran virus covid-19. Himbauan tersebut ditujukan sebagai upaya untuk mengurangi penyebaran virus covid-19. Program ini sesuai dengan anjuran Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit CDC, yang merekomendasikan memakai masker bagi siapa saja yang ingin meninggalkan rumah. Ini mengingat semakin banyak bukti bahwa virus ini menyebar ke orang-orang yang ada pada dalam jarak dekat. Baik saat berbicara, batuk atau bersin. Bahkan jika orang yang dapat menyebarkan virus covid-19 tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Pada awalnya, WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit tidak menyarankan Anda menggunakan masker saat Anda tidak sakit atau bekerja di tempat dengan risiko penyakit yang berpotensi tinggi. Namun, penelitian terbaru tentang pengembangan virus covid-19 telah menunjukkan bahwa ada kekhawatiran bahwa kelompok-kelompok tertentu dapat dengan mudah menyebarkan virus covid-19 secara tidak sadar. Orang yang disebut tanpa gejala dan pra-gejala adalah mereka yang positif corona tetapi tidak memiliki atau tanpa gejala. Karena itu, pemerintah merekomendasikan penggunaan masker untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

Sebelum bicara lebih lanjut tentang masker kain untuk lansia. Perlu Anda ketahui kalau ada 3 jenis masker yang beredar dipasaran.

  1. Masker bedah

Masker bedah adalah masker sekali pakai longgar yang menutupi hidung, mulut dan dagu. Biasanya digunakan untuk melindungi pemakainya dari semprotan, percikan api dan tetesan partikel besar. Selain mencegah penyebaran sekresi pernapasan, sekresi pernapasan dapat menyebar dari pemakainya ke orang lain. Desain masker bedah dapat bervariasi, tetapi masker itu sendiri biasanya datar dan memiliki bentuk persegi panjang terlipat. Bagian atas masker berisi strip logam yang dapat membentuk hidung. Tali pengikat elastis atau pengikat lurus panjang membantu memegang masker bedah di tempatnya saat dikenakan. Bisa dipakai di belakang telinga atau diikat di belakang kepala.

  1. Masker N95

A disposable N95 mask (respirator) is a safety device that covers the nose and mouth and helps protect the wearer from breathing in some hazardous substances. An N95 mask protects you from breathing in small particles in the air such as dust and mold. It is designed to filter out at least 95% of the dust and mold in the air.

Masker N95 adalah masker yang lebih cocok. Selain percikan, semprotan dan tetesan besar, masker N95 juga dapat menyaring 95% partikel yang sangat kecil, termasuk virus dan bakteri. Respirator biasanya berbentuk bulat atau lonjong, dirancang untuk membentuk segel ketat di wajah Anda. Pita elastis menahannya di wajah Anda. Beberapa jenis mungkin memiliki kunci yang disebut katup pernapasan yang dapat membantu bernapas dan mengakumulasi panas dan air. Masker N95 tidak cocok untuk semua orang. Masker harus diuji secara menyeluruh sebelum digunakan untuk memastikan bahwa segel yang benar terbentuk. Jika masker N95 tidak dekat dengan wajah secara efektif, Anda tidak akan mendapatkan perlindungan yang tepat. Setelah pengujian yang baik, pengguna masker N95 harus terus memeriksa segel setiap kali digunakan. Penting untuk dicatat bahwa penyegelan yang ketat tidak dapat dicapai dalam beberapa kelompok pengguna. Ini termasuk anak-anak dan orang berjanggut.

  1. Masker Kain Buatan Sendiri

Agar terhindar dari godaan-godaan syaiton, godaan meng ghibah i mantan, dan aroma-aroma semerbak takjilan. Alangkah baiknya jika diantisipasi dengan memakai masker kain dari Jarizha 😊😊 Untuk order klik link di bio yaa

Untuk memenuhi kebutuhan mendesak akan masker wajah, banyak orang mulai membuat produk mereka dari berbagai bahan, seperti syal dan sarung bantal antibakteri. Meskipun ini dapat memberikan tingkat perlindungan, masker kain memberikan perlindungan yang jauh lebih sedikit daripada masker bedah atau masker N95. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa efek masker buatan sendiri mungkin setengah dari masker bedah, tetapi efeknya adalah 50 kali tidak efektif dari masker N95. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa tanpa adanya masker bedah, masker kain buatan sendiri dapat digunakan sebagai pilihan terakhir.

Sebenarnya ada banyak cara membuat masker kain untuk lansia berdasarkan jenis kain yang digunakan. Berikut ini cara mudah untuk membuat masker kain untuk lansia tanpa harus menjahit:

  1. Siapkan bahan berupa kain (bisa kain katun), karet gelang untuk tali dan juga staples atau perekat.
  2. Lipat kain yang akan digunakan seperti liparan untuk membentuk kipas. Buat lipatan sebanyak 3 kali agar terlihat sama dengan masaker bedah.
  3. Rekatkan ujung kain dengan menggunakan staples.
  4. Pasang karet gelang dengan merekatkan menggunakan staples.

Sangat mudah bukan untuk membuatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *