7 Fitur Jaket Anti Corona Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membelinya

Benarkah jaket anti corona berfungsi maksimal sebagai pelindung diri dari virus Covid-19?  Pandemik ini membuat kita semua tidak lagi bebas bergerak dan harus mengenakan pelindung saat harus keluar rumah. Masker, sarung tangan sempat menjadi alat pelindung utama, sebelum akhirnya jaket juga dianggap sebagai ‘garda depan’ pelindung tubuh.

Wabah yang mendunia ini ‘memaksa’ para produsen pakaian untuk merancang jaket dengan bahan-bahan tertentu yang dianggap tidak tembus bakteri dan cairan apapun, seperti keringat atau droplet. Salah satu produsen jaket ternama dari Inggris juga sempat memproduksi jaket dengan bahan benang tembaga.

Alasannya adalah sifat tembaga yang melepaskan ion bermuatan listrik untuk menghambat pertumbuhan mikroba dan menghancurkan DNA-nya. Memang belum ada pembuktian bahwa jaket tersebut dapat membunuh virus. Namun, ada beberapa fitur yang harus terdapat dalam pakaian atau jaket untuk melindungi pengguna dari serangan virus. Apa saja fitur tersebut?

VICORY ORI CARDIGAN CORONA / CARDIGAN ANTI COVID [641] | Shopee ...

  1. Anti Air atau Waterproof

Jaket dengan bahan anti air sangat efektif untuk menangkal cairan apapun seperti air, pelarut, asam, alkali, pemutih, insektisida serta bakteri, dan virus. Hampir semua jaket anti corona menggunakan bahan kain ini.

2. Bahan Parasut

Jaket dengan bahan parasut memiliki ukuran pori hingga 0,2 mikrometer sehingga mengurangi kemungkinan untuk virus dan kontaminan masuk ke dalam jaket.

3. Nylon

Meski berbahan nylon, jaket anti corona yang dapat menangkal virus hingga 90% ini biasanya memiliki bahan utama katun dan polyester. Nylon hanya sebagai pelapis. Bahan kain ini sangat umum ditemui pada jaket yang umum diproduksi di Indonesia. Harga juga terjangkau meski tidak terlalu murah. Tetapi, bahan ini cukup maksimal untuk melindungi kulit dari bakteri.

4. Terbuat dari Kulit Asli

Jangan salah beli jaket kulit, jika Anda sengaja membeli jaket dengan bahan ini untuk melindungi tubuh dari virus yang menempel. Jaket jenis ini pas bagi Anda yang dituntut bekerja di luar rumah. Harga memang cukup mahal, meski sepadan dengan fungsinya. Toh, saat pandemik sudah kelar, Anda masih dapat mengenakannya untuk bepergian.

5. Memiliki hoodie

Tidak semua jaket dilengkapi dengan pelindung kepala. Pilih model hoodie untuk perlindungan maksimal demi memenuhi  syarat sebagai jaket anti corona. Anda juga bisa menambah perlindungan dengan menggunakan masker yang dilengkapi dengan mika untuk menutupi wajah.

6. Hindari Jaket Berbahan Spandex

Jaket dengan bahan ini memang nyaman saat dikenakan untuk jalan-jalan. Spandex paling ramah untuk kulit, karena sifatnya yang menyerap keringat. Saat ini,ini sisihkan dulu jaket spandex Anda karena pori-pori kain ini cukup besar sehingga dapat memasuki permukaan jaket.

7. Memiliki Minimal 3-Lapis Kain

Jika Anda berkesempatan untuk memilih jaket, pastikan Anda memilih jaket dengan spesifikasi ‘3-layer fabric’. Lapisan yang tebal dapat menimimalisir kontaminan yang terserap masuk ke kulit.

Ingat, jaket anti corona ini bukan pelindung utama ya. Patuh pada protokol kesehatan akan jauh lebih baik dengan tidak keluar rumah jika tidak benar-benar ada kegiatan mendesak. Pada dasarnya, virus corona tertular melalui sentuhan tangan pada mata dan hidung.

Perlindungan melalui jaket bisa efektif asal jaket langsung dicuci setelah dikenakan. Tujuh kriteria tersebut diatas hanya dapat mengurangi resiko penularan, bukan benar-benar mencegah. Satu hal penting yang juga harus dipertrtimbangkan adalah harga.

Hindari jaket dengan harga yang kelewat murah, karena bahan kain yang dipergunakan tentu tidak terlalu berkualitas. Tetapi jika tidak ada anggaran berlebih, Anda dapat memanfaatkan jaket lama Anda dengan bahan-bahan yang tersebut diatas.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *