Beberapa Model Jaket Gunung

Aktivitas outdoor seperti mendaki gunung merupakan hobi yang banyak digemari. Perlengkapan seperti jaket juga merupakan perlengkapan wajib yang harus dimiliki oleh setiap pendaki gunung. Ada beberapa model yang wajib anda ketahui untuk menyesuaikan kebutuhan pendakian anda.

Secara garis besar terdapat tiga jenis jaket gunung yang ada di pasaran yakni jaket gunung waterproof, windproof, dan warmup. Berikut ini adalah beberapa ulasan singkat mengenai ketiga jenis jaket gunung ini agar anda tidak salah memilih jaket untuk keperluan mendaki anda.

Jual EMS Waterproof Jaket Gunung Online Juli 2020 | Blibli.com

  • Waterproof

Seperti namanya jaket gunung waterproof didesain agar jaket ini bisa tidak tembus air. Jadi jaket ini sangat cocok anda gunakan untuk pendakian di musim hujan untuk mencegah anda basah kuyup saat pendakian. Ada beberapa jenis bahan waterproof yang ada di pasaran.

Gore Tex standar, bahan ini merupakan bahan kain yang tidak tembus air dan dapat mempertahankan suhu tubuh. Jaket gunung dengan bahan gore tex standar ini bisa juga anda gunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti berkendara atau jalan-jalan.

Gore tex active, bahan ini merupakan bahan tahan air yang selain bisa mempertahankan panas tubuh juga bisa menyerap panas sekitar. Sehingga pemakai dari jaket ini dapat terus hangat. Jaket dengan bahan gore tex active ini cocok digunakan untuk pendakian ekstrem.

Gore tex pro, masih seperti bahan gore tex active namun gore tex pro ini lebih cocok untuk digunakan pendakian yang sangat ekstrim dengan suhu dibawah nol seperti pendakian cartenz. Bahan ini memiliki ketahanan yang super ekstrim dan sangat bisa diandalkan.

  • Windproof

Jika dilihat sekilas jaket windproof dan waterproof ini memang tidak bisa dibedakan. Namun jika anda lebih teliti jaket windproof ini sangat berbeda sekali dari jaket waterproof. Jaket windproof memiliki coating di luar kainnya sehingga jaket ini tidak tembus udara.

Paling mudah membedakan jaket waterproof dan jaket windproof ini adalah dengan memegang kainnya. Jika bagian luar kain terasa licin dan halus seperti lapisan lilin maka bisa dipastikan jaket tersebut adalah jaket yang tidak tembus oleh angin.

Namun apakah semua jaket waterproof juga windproof, jawabannya adalah ya. Jaket dengan sertifikat waterproof sudah pasti windproof, namun jaket dengan sertifikasi windproof belum tentu waterproof. Hal ini dikarenakan fungsi dari kedua jaket ini memang beda.

Jaket windproof lebih banyak dipakai untuk pendakian musim kemarau yang notabene kemungkinan hujan sangat kecil namun suhu pendakian jauh lebih dingin. Jaket windproof ini dapat menjaga suhu tubuh lebih baik dari jaket waterproof yang memiliki harga setara.

  • Warm Up

Model jaket gunung yang satu ini tergolong sangat jarang digunakan karena teknologi warm up sendiri sudah banyak diaplikasikan langsung pada jaket waterproof dan juga jaket windproof. Bahan dari jaket warm up sendiri adalah wool bisa juga fleece dan kedua bahan ini lebih sering disebut polar.

Jaket warm up memiliki fungsi untuk mempertahankan suhu tubuh agar suhu yang dihasilkan tubuh anda tidak memancar keluar sehingga suhu tubuh anda tetap terjaga dari hawa dingin. Jaket ini sangat cocok digunakan saat pendakian musim kemarau.

Bagi para pendaki seringkali jaket ini digunakan sebagai lapisan dalam dari jaket waterproof atau jaket windproof terutama saat suhu pendakian dibawah 14 derajat celcius. Sayangnya saat ini jaket warm up sudah jarang dan sedikit demi sedikit beralih fungsi menjadi jaket untuk keperluan fashion saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *